Gagal Ginjal dan Cuci Darah   1 comment

Sekarang saya akan berbagi tulisan kembali nih, kali ini tentang penyakit gagal ginjal dan cuci darah.

Apa Yang Dimaksud Dengan Gagal Ginjal ??

Gagal ginjal adalah suatu kondisi dimana organ ginjal sudah tidak dapat berfungsi dengan normal dalam membersihkan darah dalam tubuh, yang umumnya menyebabkan tubuh mengalami pembengkakkan, ketidakseimbangan cairan dalam tubuh. Umumnya orang yang sudah divonis gagal ginjal disarankan untuk melakukan cuci darah untuk membersihkan darahnya, karena ginjal sudah tidak berfungsi dalam menyaring darah dari zat-zat kimia yang berbahaya dalam tubuh.

Apa Saja Gejala – Gejala Gagal Ginjal ??

Gejala – gejala gagal ginjal diantara nya :

  • Tubuh mengalami pembengkakan, terutama pada daerah kaki.
  • Terasa nyeri di sekitar daerah pinggang dan tubuh sering terasa lemas, cepat lelah dan gangguan hipertensi/tekanan darah tinggi.

Apakah Penyebab Penyakit Gagal Ginjal ??

Penyebab dari penyakit gagal ginjal adalah :

  •  Pola makan yang tidak baik, sering mengkonsumsi minuman beralkohol dan bersoda, kurang minum air putih dan mengkonsumsi obat-obatan kimia dalam jangka waktu panjang.
  • Hal yang harus diperhatikan, untuk orang yang sudah gagal ginjal sebaiknya memang tetap melakukan cuci darah untuk mendapatkan pembersihan darah dalam tubuh yang lebih baik.

Apa Itu Cuci Darah ? Kapan harus dilakukan ?

Cuci darah atau Hemodialisis adalah suatu proses penyaringan darah yang dilakukan oleh mesin. Kapan dan kenapa harus dilakukan ? Cuci darah biasanya dilakukan pada penderita yang mengalami gagal ginjal. Jadi proses Cuci darah itu dilakukan untuk menggantikan fungsi ginjal yang sudah rusak.

Fungsi ginjal yang utama adalah menyaring darah kotor atau darah yang sudah tercampur oleh sisa metabolisme tubuh. Hasil dari saringan tadi dikeluarkan melalui urine atau air seni. Sedangkan darah yang sudah bersih setelah disaring tadi dikembalikan ke tubuh. Bila ginjal tadi rusak, otomatis sisa metabolisme dan air tidak dapat dikeluarkan dari tubuh dan bila mencapai kadar tertentu sisa metabolisme itu dapat meracuni tubuh sampai mengakibatkan kerusakan jaringan yang akhirnya dapat menimbulkan kematian. Jadi kalau sudah mengalami gagal ginjal atau ginjalnya rusak diperlukan proses Cuci darah tadi.

Pada cuci darah ini fungsi ginjal digantikan oleh mesin, darah yang berasal dari pembuluh darah dimasukkan ke dalam selang kecil yang terhubung dengan mesin tadi atau disebut Dializer. Didalam Dializer ini darah akan mengalami penyaringan yang dilakukan oleh membran, sampah hasil saringan ini akan dicampur dengan larutan yang disebut dialisat, dan dibuang untuk selanjutnya diganti dengan cairan dialisat yang baru. Kemudian darah yang sudah disaring dan bersih dimasukkan ke dalam tubuh kembali. Meskipun proses ini mempunyai fungsi seperti ginjal tetapi hanya bisa menggantikan fungsi ginjal normal sebesar 10 % saja.

Untuk gagal ginjal akut, biasanya dilakukan cuci darah sambil menunggu perbaikan fungsi ginjalnya, sedangkan untuk gagal ginjal kronik, harus dilakukan terus menerus, biasanya 3 kali seminggu dan setiap kali proses berlangsung sekitar 3-5 jam. Yang harus dipikirkan adalah biayanya yang cukup besar dan mempunyai efek samping yang cukup banyak seperti tekanan darah rendah, pembekuan darah, infeksi, sakit kepala, mual, muntah, anemia, kram otot, dan detak jantung tidak teratur. Alternatif lain bagi penderita gagal ginjal kronik adalah melakukan cangkok ginjal apabila tidak ingin melakukan cuci darah terus menerus, tetapi proses pencangkokan ginjal ini sangat rumit sekali dan yang pasti memakan biaya yang besar sekali, karena itu sayangilah ginjal anda dan jagalah selalu agar tetap sehat.

Apa gunanya cuci darah dan bagaimana prosesnya??

Bila seseorang sudah dalam kondisi Gagal Ginjal Tahap Akhir, fungsi ginjal hanya sekitar lima persen atau kurang, maka berbagai bahan ”sampah” (waste product) tidak dapat dibersihkan dengan baik.

Sampah diproduksi tubuh secara kontinu setiap saat, sehingga terjadi penumpukan sampah dan bahan-bahan lain sehingga bersifat racun dan berbahaya bagi pasien.

Maka fungsi dari cuci darah itu untuk pembersihan sampah-sampah secara kontinu dan terjadi keseimbangan bahan-bahan penting seperti elektrolit Kalium, Natrium serta cairan.

Dalam proses HD/cuci darah, diperlukan Akses vaskuler -pembuluh darah- hemodialisis (AVH) yang cukup baik agar dapat diperoleh aliran darah yang cukup besar, yaitu diperlukan kecepatan darah sebesar 200-300 ml/menit secara kontinu selama HD 4-5 jam.

AVH dapat berupa kateter yang dipasang di pembuluh darah vena di leher atau paha dan bersifat temporer. Untuk yang permanen dibuat hubungan antara arteri dan vena, biasanya di lengan bawah disebut Arteriovenous Fistula, lebih populer disebut (Brescia-) Cimino Fistula.

Kemudian aliran darah dari tubuh pasien masuk ke dalam sirkulasi darah mesin HD yang terdiri dari selang Inlet/arterial (ke mesin) dan selang Outlet/venous (dari mesin ke tubuh).
Kedua ujungnya disambung ke jarum dan kanula yang ditusukkan ke pembuluh darah pasien. Darah setelah melalui selang Inlet masuk ke dialiser. Jumlah darah yang menempati sirkulasi darah di mesin berkisar 200 ml. Dalam dialiser ini darah dibersihkan, sampah-sampah secara kontinu menembus membran dan menyeberang ke kompartemen dialisat.

Di pihak lain cairan dialisat mengalir dalam mesin HD dengan kecepatan 500 ml/menit masuk ke dalam dialiser pada kompartemen dialisat. Cairan dialisat merupakan cairan yang pekat dengan bahan utama elektrolit dan glukosa, cairan ini dipompa masuk ke mesin sambil dicampur dengan air bersih yang sudah menjalani proses pembersihan yang rumit (water treatment).

Selama proses HD, darah pasien diberi Heparin agar tidak membeku ketika berada di luar tubuh yaitu dalam sirkulasi darah mesin. Selama menjalani HD, posisi pasien dapat dalam keadaan duduk atau berbaring.

Selain menjalani HD, dalam jangka panjang, obat-obat yang diperlukan antara lain obat yang mengatasi anemia seperti suntikan hormon eritropoetin serta pemberian zat besi. Selain itu obat yang menurunkan kadar fosfat darah yang meningkat yang dapat mengganggu kesehatan tulang, diberikan obat pengikat fosfat (Phosphate binder).

Obat-obat lain yang diperlukan sesuai kondisi pasien misalnya obat hipertensi, obat-obat antigatal, vitamin penunjang (yang bebas fosfor maupun mineral yang tidak perlu). Mengenai diet, pasien sudah lebih bebas dietnya daripada dalam keadaan gagal ginjal yang belum menjalani HD. Namun perlu diperhatikan diet harus benar, air tidak berlebih, mineral kalium harus dibatasi hanya pada buah dan sayur, dan fosfor dalam makanan harus rendah.

Cuci darah atau dialisis merupakan suatu proses yang dilakukan untuk mengganti tugas ginjal yang sehat. Seperti yang telah kita ketahui, ginjal berperan vital bagi tubuh yaitu berfungsi untuk menyaring dan membuang sisa-sisa metabolisme dan kelebihan cairan, menyeimbangkan unsur kimiawi dalam tubuh serta menjaga tekanan darah. Prosedur ini ditempuh saat kerusakan ginjal telah mencapai 85-90 persen atau “Gagal Ginjal Terminal” dimana ginjal tidak dapat lagi berfungsi seperti sediakala.

Ada dua macam cuci darah, yakni hemodialisis dan dialisis peritoneal. Prinsipnya, pada proses dialisis, darah akan dialirkan ke luar tubuh dan disaring. Kemudian darah yang telah disaring dialirkan kembali ke dalam tubuh. Pada hemodialisis, proses penyaringan dilakukan oleh suatu mesin dialisis yang disebut dengan membran dialisis. Jenis dialisis ini yang banyak dilakukan di Indonesia. Sedangkan pada dialisis peritoneal, jaringan tubuh pasien sendiri bagian abdomen (perut) yang digunakan sebagai penyaring. Biasanya dialisis dilakukan 2-3 kali seminggu selama masing-masing 4-5 jam tiap kali proses.

Cuci darah harus dilakukan secara teratur untuk menghindari efek yang tidak diinginkan akibat penumpukan sisa metabolime maupun cairan dalam tubuh. Karena hanya bersifat menggantikan fungsi ginjal, bukan menyembuhkannya, tindakan dialisis harus dilakukan selama seumur hidup, kecuali pasien melakukan transplantasi ginjal. Pasien juga perlu mengatur pola makan dan minumnya untuk keberhasilan terapi dialisis. Dengan berpikir positif dan menjalankan terapi dengan sungguh-sungguh serta mengikuti segala petunjuk dokter, bukan tidak mungkin pasien gagal ginjal tetap dapat menjalani hidup secara normal.

Adakah Cara Alternatif Selain Cuci Darah ??

Bagi para penderita gangguan dan gagal ginjal akut, cuci darah dan cangkok ginjal menjadi pilihan utama untuk memulihkan kondisi tubuh. Mesin cuci darah pun menjadi kebutuhan utama mereka. Tapi tahukah Anda siapa yang pertama kali menciptakan mesin yang mampu menyambung hidup banyak orang itu?

Ternyata, mesin cuci darah diciptakan oleh Willem Kolf asal Belanda, tepatnya pada tahun 1911.

Hebatnya, mesin cuci darah yang diciptakan Willem Kolf tidak dipatenkan. Ia beralasan karena temuannya merupakan pengabdian kepada rasa kemanusiaan. Usaha Kolf tidak berhenti sampai di sini. Demi pengabdiannya ia juga melakukan penelitian untuk mesin jantung buatan di Cleveland Clinic Foundation. Sungguh, sebuah hal sangat mulia yang dicontohkan Willem.

Alternatif lain selain cuci darah adalah dengan melakukan transplantasi ginjal bagi pasien yang menderita gagal ginjal. Pada tahun 1909, ginjal manusia yang rusak mulai ditransplantasi dengan ginjal hewan. Namun sayangnya, belum ada satu pun penerima transplantasi ginjal yang selamat dengan metode ini. Para peneliti pun terus mengembangkan metode transplantasi ginjal.

Setelah ketidakberhasilan menggunakan ginjal hewan, cangkok ginjal mulai dilakukan dari manusia ke manusia. Seperti yang dilakukan oleh ahli bedah di Boston, Massachusetts, Amerika Serikat, Charles Hufnagel tepatnya pada tahun 1947 dengan mencoba mencangkok ginjal dari orang yang baru meninggal ke tubuh seorang wanita penderita ginjal akut. Saat itu, cangkok ginjal yang dilakukan adalah dengan menanamkan ginjal donor tersebut di bagian tangan pasien. Alhasil, ginjal donor dapat bekerja sesaat. Walaupun pada akhirnya pasien tidak dapat pulih kembali.

Akhirnya pada tanggal 23 Desember 1954, sebuah upaya transplantasi antara ginjal pendonor yaitu Ronald Herrick dengan penderita yang merupakan saudara kembarnya, Richard, berhasil dilakukan dengan sempurna. Transplantasi sempurna ini berhasil dilakukan oleh dokter Joseph Murray di rumah sakit Peter Brigham, Boston, Amerika Serikat. Berkat keberhasilannya, dokter Murray mendapatkan hadiah Nobel pada tahun 1990 di bidang Fisiologi.

Apakah Berbahaya Donasi Ginjal sebuah ??

Anda mengajukan pertanyaan Anda pada waktu yang tepat. Sebuah studi AS besar donor ginjal diterbitkan pada bulan Januari 2009 menemukan bahwa dari hampir 3.700 donor ginjal dipelajari, beberapa sejak 1963, kualitas hidup lebih baik dari itu untuk 60 persen dari individu dalam populasi umum pada usia yang sama dan jenis kelamin. studi yang lebih kecil di Norwegia dan Swedia datang ke kesimpulan yang sama.

Selain menyelidiki kesehatan umum para donor, para peneliti dari Universitas Minnesota, juga diperiksa pada aspek tertentu dari fungsi ginjal normal seperti aliran cairan disaring melalui ginjal (istilah medis adalah tingkat filtrasi glomerular) dan insiden tekanan darah tinggi di antara para donor. Mereka melaporkan bahwa secara keseluruhan donor tidak mungkin telah mengembangkan tekanan darah tinggi, memiliki tingkat filtrasi glomerular sangat baik 85 persen dari waktu, dan bahwa selama bertahun-tahun hanya 11 dari hampir 3.700 donor dikembangkan stadium akhir penyakit ginjal. Studi ini diterbitkan dalam 29, Jan 2009 isu dari New England Journal of Medicine.

Untuk memenuhi syarat sebagai donor ginjal, Anda harus sehat secara fisik, dalam kesehatan umum baik, dan bebas dari tekanan darah tinggi, diabetes, kanker, penyakit ginjal dan penyakit jantung. Gender dan ras tidak penting, tetapi umur adalah faktor – tradisional hanya mereka antara 18 dan 60 telah dipertimbangkan. Jika Anda berharap untuk memberikan sumbangan kepada keluarga atau teman, Anda harus tes darah untuk menentukan apakah jenis darah Anda kompatibel dengan penerima. Jika demikian, langkah berikutnya adalah riwayat kesehatan menyeluruh dan pemeriksaan fisik.

Jika Anda merokok, Anda harus berhenti untuk memenuhi syarat sebagai donor. Adapun alkohol, jika Anda seorang peminum berat, pastikan untuk memberitahu dokter yang terlibat dalam transplantasi. Dalam hal apapun, berhenti minum ketika tim medis Anda memberitahu Anda untuk dan tidak melanjutkan setelah operasi sampai Anda telah diberitahu aman untuk melakukannya. Setelah itu, saya akan merekomendasikan menghindari protein yang berlebihan dalam diet Anda, menjaga konsumsi alkohol moderat, dan tidak membiarkan diri menjadi dehidrasi – tetapi ini akan membuat rekomendasi saya untuk siapa pun yang mencari kesehatan optimal.

Lebih dari 100.000 orang Amerika berada di daftar tunggu untuk transplantasi ginjal, dan para ahli khawatir bahwa kriteria kesehatan yang ketat yang digunakan di masa lalu untuk memenuhi persyaratan donor mungkin akan berkurang untuk memenuhi kebutuhan. Jika demikian, di masa mendatang, donor ginjal mungkin tidak diharuskan memiliki derajat kesehatan yang baik sama seperti yang mereka lakukan hari ini.

Sekian dulu informasi yang dapat saya bagi sob, semoga bermanfaat bagi semua, :)

Posted November 24, 2012 by arieankes in Uncategorized

One response to “Gagal Ginjal dan Cuci Darah

Subscribe to comments with RSS.

  1. saya siap mendonokan ginjal saya usia 35 kondisi sehat jasmani ohani golongan dayah A.jika ada yg membutuhkan hubungi saya 085875308213.saya tidak memasang haga yg tepenting iklas saling tolong menolong.dikaenakan saya juga butuh biaya untuk menghidupi keluaga saya dan biaya sekolah anak2 saya.makasih saya tunggu seceptnya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.